Senin, 07 Januari 2013

Persediaan (Inventory)

 


Pengertian Persediaan .

Persediaan adalah salah satu aktiva yang paling aktif dalam kegiatan operasi perusahaan dagang, persediaan juga sebagai aktiva lancar dalam perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang. Pengaruh persediaan terhadap laba akan terlihat jelas saat kegiatan bisnis tersebut sedang berfluktuasi.

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2007:14.3) Persediaan adalah Aset :

a. Yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal
b. Dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan atau
c. Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Jenis-jenis Persediaan .

a. Persediaan barang dagang .
Barang yang ada dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali, barang tersebut dijual oleh pengecer tetap dalam bentuknya saat dibeli oleh pengecer dari gudang, contoh : Penjual baju membeli baju untuk dijual lagi tetap dalam bentuk baju yang ia beli tidak diubah. Tapi ada juga pengecer yang membeli barang untuk dirakit menjadi barang lain, contoh : Penjual kue membeli tepung terigu, telur, gula dll yang kemudian dirakit menjadi sebuah kue untuk dijual kembali .

b. Persediaan barang manufaktur
- Persediaan bahan baku
barang yang dibeli lalu disimpan untuk dijual kembali.
- Persediaan barang dalam proses
barang yang membutuhkan proses lebih lanjut ebelum dijual kembali.
-Barang jadi
barang yang siap dijual

c. Persediaan rupa-rupa
Persediaan yang biasa dicatat sebagai beban penjualan umum, seperti perlengkapan kantor

Biaya-biaya Persediaan

Biaya-biaya yang tersedia pada persediaan yaktu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya variabel dari persediaan digolongkan kedalam :
1. Ordering cost
adalah biata yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi pesanan yang terdiri dari :
a. Biaya selama proses pesanan
    -Persiapan-persiapan yang diperlukan untuk pemesanan
    -Penentuan besarnya kuantitas yang akan dipesan
b. Biaya oengiriman pesanan
c. Biaya penerimaan barang yang dipesan
    -Pemasukan barang ke gudang
    -Pemeriksaan material yang diterima
    -Mempersiapkan laporan penerimaan
    -Mencatat kedalam "Material Record Card"
d. Biaya processing pembayaran
    -Auditing dan perbandingan antara laporan penerimaan dengan pesanan yang asli
    -Persiapan pembuatan cheque unuk pembayaran
    -Pengiriman cheque dan auditnya
2. Carrying Cost
adalah biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan. Penentuan besarnya carrying cost didasarkan pada persediaan rata-rata. Biaya-biaya yang termasuk kedalam carrying cost :
a. Biaya penggunaan/sewa ruang gudang
b. Biaya pemeliharaan material
c. Biaya untuk menghitung dan menimbang barang yang dibeli
d. Biaya asuransi
e. Biaya modal
f.  Biaya absolescense
g. Pajak dari persediaan yang ada dalam gudang

Metode pencatatan persediaan barang

1. Metode Fisik
pada metode fisik mutasi persediaan tidak ada catatannya, jadi untuk mengetahui nilai perseidaan harus      dengan perhitungan fisik

ciri-ciri :
a. pemasukan dan pengeluaran persediaan tidak dicatat dan tidak diperhitungkan dalam suatu catatan tertentu
b. pembelian barang dicatat dengan mendebit rekening pembelian
c. perhitungan persediaan akhir digunakan juga untuk perhitungan harga pokok penjualan dengan jurnal penyesuaian.

2. Metode Perpectual
pada metode perpectual, pada setiap mutasi selalu ada pencatatan sehingga sewaktu-waktu dapat diketahui saldo dari persediaan.

ciri-ciri :
a. setiap terjadi pembelian barang dicatat dengan mendebit rekening persediaan barang
b. setiap terjadi penjualan docatat dengan mengkredit persediaan
c. setiap saat dapat diketahui junlah kuantitas sisa atau saldo persediaan

Metode penilaian persediaan
Nilai persediaan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap penyusunan laporan keuangan baik dalam neraca maupun laporan perhitungan laba rugi. Nilai persediaan untuk kepentingan perhitungan laba rugi dihadapkan kepada kepentingan penentua laba yang diperoleh perusahaan .

 Metode Harga Pokok 
    - Metode identifikasi khusus
    - Metode rata-rata yang dibagi menjadi : a. Sistem fisik : metode rata-rata sederhana dan tertimbang
                                                                  b. Sistem perpetual  : metode rata-rata bergerak


1. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (first in first out)
 adalah metode penilaian persediaan yang menganggap barang yang pertama kali masuk diartikan pertama kali peluar. perhitungan metode FIFO ini sangat sderhana baik sistem fisik maupun sistem perpetual, dan akan menghasilkan penilaian persediaan yang sama.

Cara menghitung persediaan akhir dengan FIFO :
persediaan awal            xxx
Pembelian                     xxx+
Tersedia untuk dijual     xxx
Penjualan                     xxx-
Persediaan akhir           xxx


2. Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (last in first out)
 adalah metode penilaian persediaan yang terakhir masuk diartikan akan keluar atau dijual pertama kali. metode ini memiliki konsep yang sederhana tapi sulit dilaksanakan.
 
3. Metode Harga Terendah Diantara HargaPpokok dan Harga Pasar (lower of cost or market)

4. Metode Taksiran, yang didasarkan atas :
    a. Metode Laba Kotor
    b. Metode Harga Eceran


Sumber :
1. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20970/4/Chapter%20II.pdf
2. http://andicarissa.wordpress.com/2011/12/21/perhitungan-nilai-persediaan-dengan-metode-fifo-dan-lifo/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar